Oleh: Inggryani R.V Ulaen, S.Pd, M.Pd Pasca Jepang digempur oleh tentara sekutu pada Perang Dunia II dengan jatuhnya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Kaisar Hirohito bukan menanyakan berapa banyak tentaranya yang tersisa. Dia justru menanyakan berapa banyak guru yang tersisa. Belum lama musibah tersebut melanda Jepang, dengan cepatnya negara industri tersebut pulih, bahkan semakin maju. Pemerintah Jepang lebih mengutamakan guru. Ho Chi Minh menegaskan prinsipnya bahwa “No Teacher, no education”, atau “Tanpa guru, tidak ada pendidikan”. Sementara presiden pertama kita, Soekarno menyatakan bahwa “Guru bukanlah penghias alam, tetapi pembentuk manusia. Ini membuktikan betapa pentingnya Guru dalam kemajuan suatu bangsa. Jepang maju karena mengutamakan Guru. Pada saat ini sedang ramai dengan revolusi industri 4.0. Akibat dari revolusi industri 4.0 adalah disrupsi dimana aktivitas masyarakat mulai menggeser y...